Kamis, 16 Agustus 2018

Bot Polling Twitter Dinilai Untuk Menangkan Perang Psikologis

Bot Polling Twitter Dinilai Untuk Menangkan Perang Psikologis - Pengamat menilai perang bot pada polling opsi Capres dan Cawapres guna Pilpres 2019 yang dilangsungkan di Twitter dipakai untuk berlomba untuk menangkan perang psikologis.


Sebelumnya, kedua oleh kubu Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi yang bakal berlaga di Pilpres 2019 saling tuding bahwa pihak lawan memakai bot guna memenangkan polling di Twitter.

"Polling di medsos laksana di Twitter dan FB ini tidak ilmiah dan tak dapat dipertanggungjawabkan. Namun terdapat gunanya, yaitu guna psy-war," jelas pengamat media sosial, Ismail Fahmi.

Ismail berasumsi jika tidak sedikit polling dimenangkan oleh pasangan calon tertentu, urusan ini dapat memberi kemenangan psikologis.

"Khususnya yg diciptakan oleh tokoh terkenal, bila hasilnya di-screenshot dan di-share akan dapat mempengaruhi beberapa publik. Meyakinkan mereka bahwa tidak sedikit orang sudah memilih kubu X atau Y," paparnya lagi.

Meski demikian, menurutnya bila teknik pemenangan polling ini dilaksanakan dengan cara-cara yang tidak benar, maka hal justeru bias dominan  sebaliknya.

Kredibilitas jajak pendapat tersebut menjadi tidak dapat dipercaya. Sehingga tidak akan dominan  apa-apa untuk publik sebab tahu bila bahwa kemenangan tersebut bukan mencerminkan hal yang sebenarnya.

"Efeknya, melulu menghabiskan duwit yang pesan robot aja," tukasnya.

Terkait gejala perang menang polling di Twitter ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut berkomentar. Menurutnya, menurut pengalamannya di Pilkada Jabar kemarin perang pemenangan polling ini tidak cukup ilmiah.

Sekian artikel saya tentang Bot Polling Twitter Dinilai Untuk Menangkan Perang Psikologis semoga artikel ini bisa bermanfaat.


EmoticonEmoticon