Kamis, 23 Agustus 2018

Smartphone Kini Diretas untuk Menambang Mata Uang Digital

Smartphone Kini Diretas untuk Menambang Mata Uang Digital - Apakah ponsel pintar kamu tiba-tiba melambat, cepat panas dan baterai cepat berakhir tanpa sebab? Jika iya, bisa jadi ponsel kamu diretas guna menambang mata duit digital laksana bitcoin.


Para pakar ketenteraman internet menyinggung jenis serangan siber ini sebgai "cryptohijaking"

Pembajakan ini "meliputi menjebak server internet, komputer individu atau ponsel pintar supaya menginstal piranti empuk jahat guna menambang mataduit digital," kata Gerome Billois, pakar dari perusahaan layanan manjemen teknologi industri Wavestone.

Kegiatan menambang di sini pada dasarnya ialah membantu memverifikasi dan memproses transaksi mata duit digital. Sebagai imbalannya, penambang bakal mendapat beberapa dari mata duit digital itu.

Operasi penambangan legal menghubungkan ratusan prosesor secara bareng untuk menambah kekuatan komputasi yang diperlukan dalam menemukan mata duit digital.

Penambang bitcoin, ethereum, monero dan mata duit digital lain dapat sangat menguntungkan, namun untuk mencapainya dibutuhkan investasi besar dan ongkos pemakaian listrik yang tinggi.

Tetapi semua peretas mengejar opsi lebih murah: diam-diam mengekploitasi prosesor ponsel pintar.

Untuk menjebak korban, semua peretas mempergunakan trik penipuan ala dongeng Yunani kuda Trojan versi digital: menempelkan piranti empuk jahat di dalam satu software atau piranti empuk yang tampak bertujuan positif.

Popularitas piranti lunam gim menciptakan para peretas bergerak.

"Baru-baru ini kami mengejar satu versi gim popular Bug Smasher, didownload sebanyak satu sampai lima juta kali di Google Play, diam-diam menambang mata duit digital monero melewati alat digital pengunduhnya," kata peneliti di perusahaan ketenteraman teknologi ESET.

Fenomena ini juga terus berkembang.

"Sekarang semakin banyak software ponsel ditanam piranti empuk jahat yang berhubungan program penambangan mata duit digital dalam 12 bulan terakhir," kata David Emm, penelity dari Kaspersky Lab.

"Di ponsel, kekuatan memproses untuk para penjahat tersebut kurang besar," namun jumlahnya tidak sedikit sehingga andai disatukan dapat mempunyai potensi lebih kuat," tambahnya.

Tetapi penambangan gelap ini mengganggu empunya ponsel pintar, kecepatan sistem operasinya terganggu, menjadi panas sebab prosesornya bekerja guna membuka kunci mata duit digital bersamaan dengan operasi faedah lain.

Kegiatan diam-diam ini juga dapat merusak ponsel pintar.

"Pada ponsel berbasis Android, tugas komputasi laksana ini dapat menyebabkan baterai "bengkak" yang merusak jasmani atau menghancurkan perangkat itu," kata ESET.

Pemilik seringkali tidak sasar mereka telah menjadi korban pembajakan mata duit digital.

Cryptojacking ini kebanyakan dominan  pada ponsel pintar yang berbasis pada sistem operasi Android kepunyaan Google.

Sementara Apple merealisasikan kendali lebih banyak pada software yang dapat diinstal di ponsel produknya sampai-sampai jumlah peretas yang mensasar iPhone juga lebih sedikit.

Tetapi baru-baru ini Google mencuci toko aplikasinya, Google Play, dengan memberi tahu pembuat software bahwa toko tersebut tidak bakal menerimasoftware yang menambang mata duit digital di plaftorm mereka.

"Sulit mengetahui software yang mesti diblok sebab setiap hari ada software baru," kata Pascal Le Digol, dari perusahaan WatchGuard cabang Perancis.

Terlebih lagi, semua penambang memang mengupayakan "untuk beroperasi tanpa diketahui" sehingga software itu memang tidak langsung populer.

Ada sejumlah teknik untuk mengayomi satu ponsel pintar.

Di samping menginstal program antivirus, "memperbaharui ponsel Android" dengan versi teranyar sistem operasi tersebut juga mesti dilakukan.

Laurent Petroque, pakar penipuna online dari F5 Networks menuliskan "pemakai yang memilih mengunduh software dari sumber-sumber tidak sah menjadi lebih rentan disusupi software jahat".

Upaya perlindungan dari serangan siber laksana "permainan kejar-kejaran antara kucing dan tikus", kata Le Digol dari WatchGuard.

"Anda mesti terus beradaptasi dengan perubahan jenis ancaman."

Dia menuliskan bahwa dalam permasalahan ini "tikusnya mengerjakan lompatan lebih jauh," ujarnya sembari menambahkan bahwa cryptojacking dapat berubah format di masa mendatang seperti menyusup di semua barang yang terkoneksi oleh internet.

Sekian artikel saya tentang Smartphone Kini Diretas untuk Menambang Mata Uang Digital semoga artikel ini bisa bermanfaat.


EmoticonEmoticon